About

PLC Training Center adalah lembaga training yang dikelola oleh PT. Karyatama Citra Persada yang memiliki spesialisasi dalam pengajaran mengenai pemanfaatan PLC dan teknik otomasi dalam dunia industri.

Didirikan pada tahun 2014, saat ini PLC Training center telah melakukan training untuk teknisi-teknisi, dan engineer dari berbagai perusahaan di Cikarang, Bekasi dan Jabodetabek.

Dalam perkembangannya PLC Training Center, memperluas bidang pengajarannya tidak hanya terpusat pada PLC, tetapi juga sistem-sistem yang berhubungan, seperti instrumentasi, elektrikal, mekanikal, dll.

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan pelanggan, PLC Training Center berusaha terus melakukan riset dan inovasi untuk menambah keahliannya agar dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi pelanggan yang terus berkembang.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Profil Pengajar

Iman Triwahyudi, MT.

imantriPendidikan : S1 & S2 Institute Teknologi Bandung

Pengalaman Kerja : Tenaga Profesional dalam Industri Perminyakan, Chemical, Energy, dll

Bidang Training : PLC, SCADA

Posted in Pengajar | Leave a comment

Syllabus Vijeo Citec Training

Syllabus Vijeo Citec Training :

1. Pengenalan Vijeo Citec
2. Fitur Software Vijeo Citec
3. Mengelola project pada Vijeo Citec
4. Setup Komunikasi
5. Grafik
6. Perintah dan Pengontrolan
7. Perangkat-perangkat yang terhubung
8. Event
9. Alarm
10. Trending
11. Report
12. Security

Jadwal Training Vijeo Citect mengikuti jadwal berikut, Klik Jadwal Training

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Training syllabus SCADA HMI dengan Wonderware

Training Syllabus : SCADA HMI dengan Wonderware

1. Membuat project
2. Menghubungkan Wonderware dengan hardware PLC.
3. Membuat variable tags
4. Membuat graphic pages
5. Membuat rectangles, squares, ellipses and circles
6. Menjalankan runtime wonderware
7. Membuat slider control, touch commands, keyboard commands
8. Membuat animasi dengan library
9. Membuat real time trend, alarm, dll.
10. Membuat sistem SCADA sederhana yang terdiri dari Plant, RTU, MTU dan HMI dengan protokol Modbus TCP/IP

Posted in Syllabus | Leave a comment

PLC Training Syllabus Description

  1. Pemrogramman PLC menggunakan GE Fanuc 90-30 Series
  • Pengenalan PLC

Membahas sejarah pengembangan PLC, Fungsi utama PLC, fitur-fitur PLC di masa mendatang,  komponen PLC, serta struktur rangkaian PLC.

  • SIstem Kontrol

Arsitektur system control yang menggambarkan hubungan/tipe komunikasi dari tiap peralatan kontrol. Meliputi berbagai tipe komunikasi data, antara lain komunikasi digital, analog, modbus, TCP/IP, dll.

Sistem kontrol, adalah integrasi peralatan kontrol dengan menggunakan salah satu protocol berikut : AS-I (Actuator Sensor Interface); BSAP (Bristol Standard Asynchrounous Protocol – by Bristol Babcock); CC-Link Industrial Networks – CLPA; CIP (Common Industrial Protocol) sebagai layer aplikasi dari DeviceNet, CompoNet, ControlNet, dan Ethernet/IP; Controller Area Network – digunakan dalam CANopen dan DeviceNet, ControlNet- by Allen Bradley; DeviceNet-by Allen Bradley; DF-1 digunakan oleh Allen Bradley PLC-5, SLC 500 dan Micrologix; DirectNet-by Koyo/Automation Direct; EtherCAT; Ethernet Global Data (EGD) by GE Fanuc, Ethernet/IP-by Rockwell Automation; Ethernet Powerlink; FINS by Omron; Foundation Fieldbus ; HART Protocol; Hostlink Protocol; Interbus – Phonix Contact; Macro Fieldbus; MelsecNet- by Mitsubishi; Mechatrolink – by Yaskawa; Modbus Pemex; Modbus Plus; Modbus RTU/ASCII/TCP; OSGP; Optomus; PieP; Profibus; Profinet IO; RAPIEnet; Honeywell SDSS; SERCOS III; GE SRTP – GE Fanuc; Sinec – H1 Siemens; SynqNet – Danaher dan TTEthernet – TTTech.

  • PLC Hardware

Membahas lebih jauh mengenai spesifikasi hardware PLC, yang menentukan tingkatan kemampuan PLC dalam aplikasinya. Kemampuan processor, memory, RAM, redundancy, hot  standby,dst.

  • Digital I/O,

Membahas mengenai fungsi PLC sebagai sebuah equipment yang mampu menggantikan fungsi contact relay pada rangkaian electric.

  • Motor Control

Pengontrolan sebuah motor memberikan gambaran bagaimana PLC mengontrol sebuah motor melalui berbagai cara meliputi metode perintah On dan Off, Feedback kondisi On/Off motor, mengatur percepatan motor, feedback kondisi kecepatan motor, level oli, temperature, dll.

  • Permissive dan Interlocks Circuits

Rangkaian relay electric yang membentuk suatu permissive dari on/off nya sebuah equipment .

  • PLC Basic Instruction

Basic lader instruction antara lain Timer Block, Counter Block,, dll. Rangkaian timer electric dapat dibuat, meliputi ODT (On Delay Timer), OFDT(Off Delay Timer).

  • Configuring Modules

Configuring modules adalah metode untuk menentukan posisi fisik sebuah Input/Output PLC.  Hal ini terutama dilakukan pada PLC dengan model modular.

  • Online/Offline Editing

Pada PLC dimungkinkan melakukan perubahan-program, logic, maupun variable pada saat PLC sedang aktif. Kondisi actual pada saat dilakukan perubahan harus dipertimbangkan agar perubahan yang dilakukan dapat dipastikan keamanannya.

  • Troubleshooting Tools

Troubleshooting adalah tips-tips dalam menelusuri gangguan yang terjadi pada sebuah system. Pada sebuah system yang complex, terkadang sangat sulit menemukan penyebab gangguan system tersebut. Dengan memperhatikan interlock-interlock yang ada dalam system tersebut, dapat diketahui gangguan apa yang sedang terjadi.

  • Variable Declaration

Mendeklarasikan sebuah variable adalah sebuah cara untuk memudahkan memahami sebuah program dengan kondisi actual. Dengan adanya deklarasi variable, kita dapat mengetahui memory-memory PLC yang diasosiasikan dengan equipment tertentu atau kejadian tertentu. Deklarasi variable sangat diperlukan terlebih jika digunakan pada system kontrol yang complex.

  • Comparation Instruction

PLC dapat digunakan untuk mengukur feedback yang diberikan oleh system dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang telah ditetapkan.

  • Math Instruction

PLC memiliki kemampuan untuk melakukan operasi perhitungan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi terhadap feedback yang diberikan system. Manipulasi ini diperlukan misalnya untuk mempresentasikan data, agar lebih mudah dimengerti.

  • PID (Proportional Integral Derivative)

Adalah salah satu implementasi advance control yang telah diimplementasikan pada PLC. Dengan PID, PLC dapat merespon perubahan yang terjadi pada system dengan berbagai tingkat kecepatan, tergantung dari nilai yang diberikan. Tingkat kecepatan antisipasi terhadap perubahan ini juga membawa pengaruh pada kestabilan system. Perubahan yang cenderung lambat, umumnya tidak perlu direspons terlalu cepat yang mengakibatkan system tidak stabil. Demikian juga perubahan yang umumnya cepat harus direspons secara cepat agar tidak melewati batasan yang diijinkan oleh system. Contoh perubahan yang lambat adalah temperature, dimana umumnya temperature pada system tidak berubah dengan cepat.

Perubahan yang cepat sebagai contoh adalah tekanan (pressure), yang harus direspons secara cepat, misalnya untuk alas an keamanan.

Posted in Syllabus | Leave a comment

Automation dibidang Oil and Gas

Minyak dan Gas adalah salah satu bidang yang paling maju dalam memanfaatkan teknologi automation.

Posted in Article | Leave a comment

Ruang Lingkup bidang Automation

Peranan bidang automation dalam kehidupan sehari-hari semakin vital. Ia menjadi sebuah disiplin ilmu yang mengintegrasikan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berkembangnya ilmu di bidang automation, maka peralatan/sistem yang ada dalam kehidupan kita menjadi lebih hidup dan memiliki kemampuan interaktif.

Dalam bidang automation, semua peralatan dilihat dari sisi bagaimana cara ia berinteraksi dengan sebuah sistem kontrol.

Sehingga dalam kehidupan kita saat ini, berbagai peralatan tradisional diberi kemampuan untuk berinteraksi. Misalnya, sebuah pompa air, dituntut untuk dapat melaporkan tekanan supplai air, dan diberikan kemampuan untuk mengatur putarannya, sehingga dapat mengatur tekanan air yang dihasilkan berdasarkan tekanan supplai air.

Dalam kehidupan dewasa ini, setiap peralatan dan setiap elemen dalam sistem, diberikan kemampuan untuk berinteraksi. Itulah ruang lingkup bidang Automation.

Bidang Automation memberikan kemampuan setiap elemen untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam sebuah sistem.

Engineer di bidang automation memilih elemen-elemen yang sesuai dalam sebuah sistem dan mengatur mekanisme komunikasi dalam sistem tersebut.

Misalnya, Jika ia memerlukan sebuah motor, ia menentukan bagaimana motor tersebut berkomunikasi dengan sistem kontrol. Sehingga pengetahuan mengenai elemen-elemen dalam sebuah sistem tertentu menjadi mutlak dalam bidang automation.

Sehingga diperlukan pengetahuan yang spesifik pada sebuah aplikasi tertentu.

Maka tak heran, jika bidang ini berkembang semakin spesifik sesuai bidang aplikasinya. Misalnya, automation untuk bidang kedokteran, automation untuk bidang manufakturing, dan seterusnya.

Engineer bidang automation dituntut untuk menguasai bidang tertentu yang spesifik sesuai aplikasi yang akan dikerjakannya.

 

 

 

Posted in Article | Leave a comment