PLC Training Syllabus Description

  1. Pemrogramman PLC menggunakan GE Fanuc 90-30 Series
  • Pengenalan PLC

Membahas sejarah pengembangan PLC, Fungsi utama PLC, fitur-fitur PLC di masa mendatang,  komponen PLC, serta struktur rangkaian PLC.

  • SIstem Kontrol

Arsitektur system control yang menggambarkan hubungan/tipe komunikasi dari tiap peralatan kontrol. Meliputi berbagai tipe komunikasi data, antara lain komunikasi digital, analog, modbus, TCP/IP, dll.

Sistem kontrol, adalah integrasi peralatan kontrol dengan menggunakan salah satu protocol berikut : AS-I (Actuator Sensor Interface); BSAP (Bristol Standard Asynchrounous Protocol – by Bristol Babcock); CC-Link Industrial Networks – CLPA; CIP (Common Industrial Protocol) sebagai layer aplikasi dari DeviceNet, CompoNet, ControlNet, dan Ethernet/IP; Controller Area Network – digunakan dalam CANopen dan DeviceNet, ControlNet- by Allen Bradley; DeviceNet-by Allen Bradley; DF-1 digunakan oleh Allen Bradley PLC-5, SLC 500 dan Micrologix; DirectNet-by Koyo/Automation Direct; EtherCAT; Ethernet Global Data (EGD) by GE Fanuc, Ethernet/IP-by Rockwell Automation; Ethernet Powerlink; FINS by Omron; Foundation Fieldbus ; HART Protocol; Hostlink Protocol; Interbus – Phonix Contact; Macro Fieldbus; MelsecNet- by Mitsubishi; Mechatrolink – by Yaskawa; Modbus Pemex; Modbus Plus; Modbus RTU/ASCII/TCP; OSGP; Optomus; PieP; Profibus; Profinet IO; RAPIEnet; Honeywell SDSS; SERCOS III; GE SRTP – GE Fanuc; Sinec – H1 Siemens; SynqNet – Danaher dan TTEthernet – TTTech.

  • PLC Hardware

Membahas lebih jauh mengenai spesifikasi hardware PLC, yang menentukan tingkatan kemampuan PLC dalam aplikasinya. Kemampuan processor, memory, RAM, redundancy, hot  standby,dst.

  • Digital I/O,

Membahas mengenai fungsi PLC sebagai sebuah equipment yang mampu menggantikan fungsi contact relay pada rangkaian electric.

  • Motor Control

Pengontrolan sebuah motor memberikan gambaran bagaimana PLC mengontrol sebuah motor melalui berbagai cara meliputi metode perintah On dan Off, Feedback kondisi On/Off motor, mengatur percepatan motor, feedback kondisi kecepatan motor, level oli, temperature, dll.

  • Permissive dan Interlocks Circuits

Rangkaian relay electric yang membentuk suatu permissive dari on/off nya sebuah equipment .

  • PLC Basic Instruction

Basic lader instruction antara lain Timer Block, Counter Block,, dll. Rangkaian timer electric dapat dibuat, meliputi ODT (On Delay Timer), OFDT(Off Delay Timer).

  • Configuring Modules

Configuring modules adalah metode untuk menentukan posisi fisik sebuah Input/Output PLC.  Hal ini terutama dilakukan pada PLC dengan model modular.

  • Online/Offline Editing

Pada PLC dimungkinkan melakukan perubahan-program, logic, maupun variable pada saat PLC sedang aktif. Kondisi actual pada saat dilakukan perubahan harus dipertimbangkan agar perubahan yang dilakukan dapat dipastikan keamanannya.

  • Troubleshooting Tools

Troubleshooting adalah tips-tips dalam menelusuri gangguan yang terjadi pada sebuah system. Pada sebuah system yang complex, terkadang sangat sulit menemukan penyebab gangguan system tersebut. Dengan memperhatikan interlock-interlock yang ada dalam system tersebut, dapat diketahui gangguan apa yang sedang terjadi.

  • Variable Declaration

Mendeklarasikan sebuah variable adalah sebuah cara untuk memudahkan memahami sebuah program dengan kondisi actual. Dengan adanya deklarasi variable, kita dapat mengetahui memory-memory PLC yang diasosiasikan dengan equipment tertentu atau kejadian tertentu. Deklarasi variable sangat diperlukan terlebih jika digunakan pada system kontrol yang complex.

  • Comparation Instruction

PLC dapat digunakan untuk mengukur feedback yang diberikan oleh system dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang telah ditetapkan.

  • Math Instruction

PLC memiliki kemampuan untuk melakukan operasi perhitungan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi terhadap feedback yang diberikan system. Manipulasi ini diperlukan misalnya untuk mempresentasikan data, agar lebih mudah dimengerti.

  • PID (Proportional Integral Derivative)

Adalah salah satu implementasi advance control yang telah diimplementasikan pada PLC. Dengan PID, PLC dapat merespon perubahan yang terjadi pada system dengan berbagai tingkat kecepatan, tergantung dari nilai yang diberikan. Tingkat kecepatan antisipasi terhadap perubahan ini juga membawa pengaruh pada kestabilan system. Perubahan yang cenderung lambat, umumnya tidak perlu direspons terlalu cepat yang mengakibatkan system tidak stabil. Demikian juga perubahan yang umumnya cepat harus direspons secara cepat agar tidak melewati batasan yang diijinkan oleh system. Contoh perubahan yang lambat adalah temperature, dimana umumnya temperature pada system tidak berubah dengan cepat.

Perubahan yang cepat sebagai contoh adalah tekanan (pressure), yang harus direspons secara cepat, misalnya untuk alas an keamanan.

Advertisements
This entry was posted in Syllabus. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s